
Oleh : RitZ 2007
Assalamu'alaikum W.W.
Pada segment kali ini saya akan mengulas mengenai efektivitas dan kualitas aparat keamanan di negri kita INDONESIA tercinta. Maaf jika tulisan saya ini kurang bermutu, mengingat saya bukanlah seorang pengamat negara apa lagi pengamat birokrasi hankam. Namun saya tulis artikel ini karena keprihatinan saya terhadap pola tingkah aparat keamanan yang banyak menyalahi hukum dan moral.
Saya hanyalah seorang pemuda pengangguran yang miskin ilmu yang mencoba mengangkat keterbelakangan mental dan educasi di negri Indo yang saya mulai dari diri saya sendiri dan saya berharap dapat berimbas bagi orang banyak yang akhirnya berimbas bagi tatanan kehidupan sosial masyarakat berbangsa dan bernegara.
Jika kita sering menyimak acara berita di TV, mungkin kita tidak asing lagi dengan berita mengenai aparat keamanan yang seyogyanya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban namun bertolak belakang menyalahi dari fungsinya. Sering diberitakan beberapa kasus di Televisi dan media cetak mengenai aparat keamanan yang mem-backing-i bisnis haram, main perempuan, mabuk, brantem sampai menganiaya warga sipil. Ada apa dengan fenomena ini sebenarnya. TANYA KENAPA???
Kalau Anda pernah melihat hal itu di TV, saya malah pernah mengalaminya sendiri. Mulai dari hal yang kecil hingga sampai ke hal yang cukup runyam. Saya punya pengalaman sewaktu akan membuat SIM C kendaraan bermotor, dimana saya akan membuat SIM itu dengan cara yang legal/jalan yang sesuai yaitu melalui test, namun oleh seorang polantas di suatu Polres saya ditawari jalan pintas, tentunya jalan express by instan dengan bayaran plus. Itu mungkin contoh nyata yang juga sering terjadi dan pernah menimpa pada diri Anda. Namun selain itu juga saya pernah melihat dan mengalami pola tingkah aparat keamanan yang menurut saya kurang bermoral. Saya pernah punya kenalan seorang anggota polisi yang mempunyai WIL padahal dirinya sudah beristri bahkan telah mempunyai anak. Pernah juga saya melihat anggota TNI yang menerobos lampu merah padahal di perempatan jalan itu ada polisi yang berjaga (tapi kok polisinya gak berani nye-Top dia yah??
he..hee..). Bahkan saya pernah mengalami hal yang cukup ekstrim dengan aparat. Begini nih critanya....
Suatu ketika saya pake motor habis jalan dari rumah temen. Karena waktu itu jalan cukup padat kendaraan, motor saya nyaris menyerempet sebuah mobil yang ditumpangi oleh empat (4) orang polisi. Tapi syukurlah motor yang saya kendarai tidak jadi nyerempet mobil itu. Tapi apa yang terjadi.......? Semula saya pikir tidak ada masalah, motor saya tidak menyerempet bagian mobil itu sedikitpun dan sayapun melaju motor dengan santainya. Tetapi tiba-tiba mobil aparat itu mengejar dan memepet saya. Setelah mobil mereka dan motor saya berhimpitan, mereka mengarah pada saya sambil mengucapkan kata-kata kasar bahkan kata yang akrab di dunia binatang-pun mereka lontarkan. Padahal hal itu tidak pantas mereka ucapkan. Pengalaman lain pernah dialami oleh teman baik saya, dia seorang security di sebuah kafe. Pada beberapa tahun yang lalu dia mengalami tindak penganiayaan dari puluhan aparat dari sebuah kesatuan. Kejadian itu bermula dari dua orang anggota kesatuan yang mabok dan membuat onar di kafe, kemudia teman saya itu sebagai security mengingatkan mereka untuk tidak membuat onar. Tetapi mereka malah melontarkan kata kasar dan memukulnya. Akhirnya teman saya-pun balas melawan dan akhirnya dua (2) anggota aparat itu kalah dan pergi dari kafe. Namun 2 hari setelah itu mereka mengajak teman-teman di kesatuan mereka yang jumlahnya puluhan untuk mendatangi kafe tersebut dan menganiaya teman saya yang seorang security itu. Akhirnya Dia dianiaya sampai babak belur dan dirawat di Rumah Sakit.
Dari kejadian-kejadian itu, Mungkin perlu diterapkan kode etik moral bagi para aparat (TNI/POLRI) di tanah air dengan sanksi yang sangat tegas!! Sebagai aparat harusnya mereka bersikap lebih ksatria, bijaksana dan mengayomi masyarakat bukannya menakut-nakuti apa lagi sampai membuat keonaran.
Saya berharap di hari yang akan datang sistem tatanan di negara kita, Indonesia tercinta lebih baik, lebih adil dan lebih tegas KERAS!! dalam menindak semua perkara hukum di tanah air ini. Saya juga berharap agar proses seleksi penerimaan calon TNI/Polri baik tingkat perwira, bintara maupun tamtama lebih selektif lagi dengan mempertimbangkan kondisi kejiwaan dan moral peserta, dan yang paling penting adalah bersih dari penyuapan dan Nephotisme (paham sanak sodara), sehingga yang lolos dalam seleksi adalah orang yang benar-bernar memiliki kualifikasi kemampuan dan moral yang bagus dan exelent.
Harapan saya TNI dan Polri dapat lebih berkualitas dalam menjalankan fungsinya mengayomi, melindungi, melayani dan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, bangsa dan negara.
Bravo TNI POLRI.......
Berkaryalah untuk Negri dan bangsamu.
Ciptakanlah Negrimu menjadi Surga bagi Bangsamu.
By: RitZ 2007
Pada segment kali ini saya akan mengulas mengenai efektivitas dan kualitas aparat keamanan di negri kita INDONESIA tercinta. Maaf jika tulisan saya ini kurang bermutu, mengingat saya bukanlah seorang pengamat negara apa lagi pengamat birokrasi hankam. Namun saya tulis artikel ini karena keprihatinan saya terhadap pola tingkah aparat keamanan yang banyak menyalahi hukum dan moral.
Saya hanyalah seorang pemuda pengangguran yang miskin ilmu yang mencoba mengangkat keterbelakangan mental dan educasi di negri Indo yang saya mulai dari diri saya sendiri dan saya berharap dapat berimbas bagi orang banyak yang akhirnya berimbas bagi tatanan kehidupan sosial masyarakat berbangsa dan bernegara.
Jika kita sering menyimak acara berita di TV, mungkin kita tidak asing lagi dengan berita mengenai aparat keamanan yang seyogyanya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban namun bertolak belakang menyalahi dari fungsinya. Sering diberitakan beberapa kasus di Televisi dan media cetak mengenai aparat keamanan yang mem-backing-i bisnis haram, main perempuan, mabuk, brantem sampai menganiaya warga sipil. Ada apa dengan fenomena ini sebenarnya. TANYA KENAPA???
Kalau Anda pernah melihat hal itu di TV, saya malah pernah mengalaminya sendiri. Mulai dari hal yang kecil hingga sampai ke hal yang cukup runyam. Saya punya pengalaman sewaktu akan membuat SIM C kendaraan bermotor, dimana saya akan membuat SIM itu dengan cara yang legal/jalan yang sesuai yaitu melalui test, namun oleh seorang polantas di suatu Polres saya ditawari jalan pintas, tentunya jalan express by instan dengan bayaran plus. Itu mungkin contoh nyata yang juga sering terjadi dan pernah menimpa pada diri Anda. Namun selain itu juga saya pernah melihat dan mengalami pola tingkah aparat keamanan yang menurut saya kurang bermoral. Saya pernah punya kenalan seorang anggota polisi yang mempunyai WIL padahal dirinya sudah beristri bahkan telah mempunyai anak. Pernah juga saya melihat anggota TNI yang menerobos lampu merah padahal di perempatan jalan itu ada polisi yang berjaga (tapi kok polisinya gak berani nye-Top dia yah??
Suatu ketika saya pake motor habis jalan dari rumah temen. Karena waktu itu jalan cukup padat kendaraan, motor saya nyaris menyerempet sebuah mobil yang ditumpangi oleh empat (4) orang polisi. Tapi syukurlah motor yang saya kendarai tidak jadi nyerempet mobil itu. Tapi apa yang terjadi.......? Semula saya pikir tidak ada masalah, motor saya tidak menyerempet bagian mobil itu sedikitpun dan sayapun melaju motor dengan santainya. Tetapi tiba-tiba mobil aparat itu mengejar dan memepet saya. Setelah mobil mereka dan motor saya berhimpitan, mereka mengarah pada saya sambil mengucapkan kata-kata kasar bahkan kata yang akrab di dunia binatang-pun mereka lontarkan. Padahal hal itu tidak pantas mereka ucapkan. Pengalaman lain pernah dialami oleh teman baik saya, dia seorang security di sebuah kafe. Pada beberapa tahun yang lalu dia mengalami tindak penganiayaan dari puluhan aparat dari sebuah kesatuan. Kejadian itu bermula dari dua orang anggota kesatuan yang mabok dan membuat onar di kafe, kemudia teman saya itu sebagai security mengingatkan mereka untuk tidak membuat onar. Tetapi mereka malah melontarkan kata kasar dan memukulnya. Akhirnya teman saya-pun balas melawan dan akhirnya dua (2) anggota aparat itu kalah dan pergi dari kafe. Namun 2 hari setelah itu mereka mengajak teman-teman di kesatuan mereka yang jumlahnya puluhan untuk mendatangi kafe tersebut dan menganiaya teman saya yang seorang security itu. Akhirnya Dia dianiaya sampai babak belur dan dirawat di Rumah Sakit.
Dari kejadian-kejadian itu, Mungkin perlu diterapkan kode etik moral bagi para aparat (TNI/POLRI) di tanah air dengan sanksi yang sangat tegas!! Sebagai aparat harusnya mereka bersikap lebih ksatria, bijaksana dan mengayomi masyarakat bukannya menakut-nakuti apa lagi sampai membuat keonaran.
Saya berharap di hari yang akan datang sistem tatanan di negara kita, Indonesia tercinta lebih baik, lebih adil dan lebih tegas KERAS!! dalam menindak semua perkara hukum di tanah air ini. Saya juga berharap agar proses seleksi penerimaan calon TNI/Polri baik tingkat perwira, bintara maupun tamtama lebih selektif lagi dengan mempertimbangkan kondisi kejiwaan dan moral peserta, dan yang paling penting adalah bersih dari penyuapan dan Nephotisme (paham sanak sodara), sehingga yang lolos dalam seleksi adalah orang yang benar-bernar memiliki kualifikasi kemampuan dan moral yang bagus dan exelent.
Harapan saya TNI dan Polri dapat lebih berkualitas dalam menjalankan fungsinya mengayomi, melindungi, melayani dan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, bangsa dan negara.
Bravo TNI POLRI.......
Berkaryalah untuk Negri dan bangsamu.
Ciptakanlah Negrimu menjadi Surga bagi Bangsamu.
By: RitZ 2007







July 14 2009 23:39:54 ·
559 Hits
· 


Tamu Online: 3
Member Online: 0
Member Terbaru: