
Penulis: RitZ 2007
Isra Mi'raj bukanlah sekedar perjalanan dari baitul maqdis ke masjidil aqsha ataupun menuju singgasana Rabb pemilik hidup, namun lebih dari itu merupakan perjalanan yang mengandung nilai ibadah, filosofi, makna spiritual, ghaib dan mukjizat paling tinggi dalam sejarah kehidupan manusia dan alam semesta.
Pada peristiwa maha agung sekaligus maha dahsyat itulah menggambarkan realita hakekat kedudukan manusia sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi. Kejadian itu berlangsung dengan amat cepat dan menyimpan ribuan bahkan mungkin jutaan rahasia. Itu adalah peristiwa kedua yang sangat menggemparkan alam semesta setelah peristiwa turunnya wahyu AlQuran.
Mungkin kebanyakan diantara kita hanya mengetahui bahwa peristiwa Isra Mi'raj itu hanya memiliki makna Kewajiban shalat 5 Waktu, 17 raka'at. Namun sebenarnya bukan hanya itu. Banyak makna baik yang tersurat maupun tersirat yang hingga kini belum bisa diketahui dengan jelas dikarenakan tabir gaib yang menjadi skat pembatas antara dimensi bumi dan langit. Pada peristiwa maha agung itu tersirat dan tersurat jutaan makna yang saya yakin tidak akan ada manusia yang dapat mengetahui dengan pasti tentang makna-makna tersebut.
Dalam tulisan ini saya hanya mencoba memaparkan beberapa makna saja yang bisa saya tangkap baik secara naluri, otak pikiran dan spiritual. Di luar itu saya sebagai manusia biasa yang banyak memiliki keterbatasan sudah pasti tidak punya daya upaya untuk mencernanya hal-hal diatas kemampuan sebagai mahluk.
Mohon maaf bagi master dan senior2 yang udah pada high level atau mungkin udah nyampe level Expert, saya gak bermaksud menggurui karena saya sendiri masih belajar. Kalo artikel ini dianggap gak berguna mending gak usah dibaca aja yeh, ntar malah rugi waktu lho. Artikel ini ane peruntukan bagi orang-orang yang merasa bodoh dan haus pengetahuan kaya saya dan sejenisnya, bagi yang udah pinter dilarang membacanya
.
Beberapa makna yang akan saya coba kupas adalah:
1. Makna Tabir Dimensi Ketuhanan dan Mahluk
Pada peristiwa Isra' Mi'raj Baginda Rasul SAW selalu diantar dan ditemani oleh Jibril . Namun ketika sampai di perbatasan pintu masuk ke singgasana Rabb Maha Agung, Allah SWT, malaikat Jibril berhenti dan mengatakan kepada rasul untuk melakukan perjalanan sendiri untuk menemui Rabb Yang Maha Tinnggi lagi Maha Berkehendak.
Dari peristiwa ini kita dapat mengambil makna bahwa Tingkatan atau dimensi manusia lebih tinggi daripada Dimensi mahluk yang lainnya tak terkecuali Malaikat. Sehingga untuk mencapai Arsy Allah SWT, malaikatpun tidak dapat memasukinya dan hanya manusia (pilihan) lah yang dapat memasuki wilayah yang Maha mulia itu.
Saya pernah berbincang dengan seorang Bapak. Mungkin waktu itu usianya sekitar 40-an. Dia berprofesi sebagai guru bahasa Jawa di salah satu SMP favorite di Brebes. Bapak ini rupannya punya pengalaman spiritual yang cukup banyak dan beliau rupanya senang dalam hal meneliti tentang hal-hal gaib yang ada korelasinya dengan kejadian-kejadian yang diceritakan pada Alqur'an Nur Kareem.
Beliau pernah mengatakan pada saya bahwa Allah SWT adalah Tuhan seluruh Alam Semesta dan Dia memiliki dimensi yang Amat Sangat Tidak Terbatas. Tidak dapat dibayangkan dan tidak dapat diukur oleh alat apapun. Cukup dengan perinta "kun fayakun" maka jadilah apa yang Dia kehendaki.
Dan menurut bapak itu, Malaikat adalah mahluk Allah yang memiliki 600 dimensi. Kalau dalam AlQur'an dijelaskan bahwa malaikat memiliki 600 sayap (maaf kalo keliru harap dibetulkan). Namun kata beliau, itu bukanlah sayap melainkan dimensi. Dimensi adalah kemampuan dalam menembus ruang dan waktu. 1 dimensi dapat diartikan dengan 1 kecepatan cahanya. Sedangkan cepat rambat cahanya dalam hukum fisika pasti selalu dikuadratkan(E=mc2). Jadi dimensi malaikat sama dengan 360000 kecepatan cahaya. Sedangkan cepat rambat cahaya sendiri tidak kurang dari 6x105 m/s. Sehingga bisa ditafsirkan kecepatan malaikat lebih dari 2160000x105 m/s atau (63x109 )m/s. Waaauu tak terbayangkan bagaimana kecepatan para malaikat dalam setiap kali geraknya. Sehingga tak heran jika mereka dapat melakukan perjalanan dari langit ke bumi atau sebaliknya dalam waktu tidak lebih dari 1 kedipan mata. FANTASTIS!!
Masih kata bapak itu, manusia merupakan mahluk Allah yang memiliki dimensi dengan nilai DEFAULT = 0. Makanya dalam setiap idul fitri kita diwajibkan zakat Fitrah. Fitrah sendiri artinya suci dan dapat diartikan dengan nilai NOL (0). Namun itu hanyalah nilai DEFAULT yang artinya nilai itu dapat berubah sesuai dengan perkembangan otak pemikiran, spiritual dan agama masing-masing manusia. Ingat!! Manusia adalah Hamba Allah yang punya kedudukan paling tinggi diantara mahluk-NYA. Sehingga manusia dijadikan sebagai khalifah di muka bumi. Dengan akan dan pikirannya ditambah lagi dengan pendalaman agama dan spiritual, dapat menjadikan manusia itu berdimensi ganda. Bisa menjadi 3 dimensi, 4,5, atau bahakan ribuan dan bahkan jutaan ribu dan bahkan melebihi dimensi Malaikat. Manusia-manusia yang dapat melebihi dimensi malaikat adalah para Nabi dan Rasul Allah SWT serta hamba-hamba Allah yang taat beribadah dan beramal shaleh. Telah disebutkan dalam Al Quran bahwa Manusia dapat lebih hina derajatnya dari seekor Binatang tetapi dapat pula lebih mulia daripada Malaikat. Mukjizat bagi para nabi dan Rasul serta Karomah bagi para hamba pilihan Allah merupakan bukti fakta kemuliaan dimensi mereka melebihi para Malaikat.
Kemudian Bapak yang berinisial S itu beralih pada pembahasan mahluk Allah yang lainnya yaitu Jin dan Syetan. Kata beliau, Jin dan Syetan itu merupakan mahluk yang sama hanya saja sifatnya yang berbeda. Syetan selalu mengganggu manusia sedangkan jin bisa saja baik tapi bisa pula jahat (kafir). Jin yang jahat dapat disebut sebagai syetan. Kedua mahluk itu memiliki dimensi berjumlah 3 dimensi. Sehingga tak heran jika mereka lihai dalam berganti rupa dan wujud untuk menakut-nakuti manusia.
2. Influence atau Pengaruh bagi kekuatan yang ada di Alam Jagad Raya
Sewaktu saya di Jakarta, saya sempat bertemu dengan seorang bapak. Usianya waktu itu 39 tahun. Penampilan bapak ini sangat sederhana dan ramah. Namun jangan salah, bapak ini sangat keras dalam menerapkan agama dan bertekad untuk menjadi muslim yang kaffah. Dengan jenggot lebatnya yang panjang sesekali dia mengelusnya. Sorot matanya tajam, badannya agak kurus tapi berotot maklum dia adalah salah seorah instruktur Meditasi yang telah mencapai tingkat selangka. Berikut penuturannya mengenai peristiwa Isra' Mi'raj.
Isra Mi'raj bukanlah sekedar perjalanan dari baitul maqdis ke masjidil aqsha ataupun menuju singgasana Rabb pemilik hidup, namun lebih dari itu merupakan perjalanan yang mengandung nilai ibadah, filosofi, makna spiritual, ghaib dan mukjizat paling tinggi dalam sejarah kehidupan manusia dan alam semesta.
Pada peristiwa maha agung sekaligus maha dahsyat itulah menggambarkan realita hakekat kedudukan manusia sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi. Kejadian itu berlangsung dengan amat cepat dan menyimpan ribuan bahkan mungkin jutaan rahasia. Itu adalah peristiwa kedua yang sangat menggemparkan alam semesta setelah peristiwa turunnya wahyu AlQuran.
Mungkin kebanyakan diantara kita hanya mengetahui bahwa peristiwa Isra Mi'raj itu hanya memiliki makna Kewajiban shalat 5 Waktu, 17 raka'at. Namun sebenarnya bukan hanya itu. Banyak makna baik yang tersurat maupun tersirat yang hingga kini belum bisa diketahui dengan jelas dikarenakan tabir gaib yang menjadi skat pembatas antara dimensi bumi dan langit. Pada peristiwa maha agung itu tersirat dan tersurat jutaan makna yang saya yakin tidak akan ada manusia yang dapat mengetahui dengan pasti tentang makna-makna tersebut.
Dalam tulisan ini saya hanya mencoba memaparkan beberapa makna saja yang bisa saya tangkap baik secara naluri, otak pikiran dan spiritual. Di luar itu saya sebagai manusia biasa yang banyak memiliki keterbatasan sudah pasti tidak punya daya upaya untuk mencernanya hal-hal diatas kemampuan sebagai mahluk.

Mohon maaf bagi master dan senior2 yang udah pada high level atau mungkin udah nyampe level Expert, saya gak bermaksud menggurui karena saya sendiri masih belajar. Kalo artikel ini dianggap gak berguna mending gak usah dibaca aja yeh, ntar malah rugi waktu lho. Artikel ini ane peruntukan bagi orang-orang yang merasa bodoh dan haus pengetahuan kaya saya dan sejenisnya, bagi yang udah pinter dilarang membacanya Beberapa makna yang akan saya coba kupas adalah:
1. Makna Tabir Dimensi Ketuhanan dan Mahluk
Pada peristiwa Isra' Mi'raj Baginda Rasul SAW selalu diantar dan ditemani oleh Jibril . Namun ketika sampai di perbatasan pintu masuk ke singgasana Rabb Maha Agung, Allah SWT, malaikat Jibril berhenti dan mengatakan kepada rasul untuk melakukan perjalanan sendiri untuk menemui Rabb Yang Maha Tinnggi lagi Maha Berkehendak.
Dari peristiwa ini kita dapat mengambil makna bahwa Tingkatan atau dimensi manusia lebih tinggi daripada Dimensi mahluk yang lainnya tak terkecuali Malaikat. Sehingga untuk mencapai Arsy Allah SWT, malaikatpun tidak dapat memasukinya dan hanya manusia (pilihan) lah yang dapat memasuki wilayah yang Maha mulia itu.
Saya pernah berbincang dengan seorang Bapak. Mungkin waktu itu usianya sekitar 40-an. Dia berprofesi sebagai guru bahasa Jawa di salah satu SMP favorite di Brebes. Bapak ini rupannya punya pengalaman spiritual yang cukup banyak dan beliau rupanya senang dalam hal meneliti tentang hal-hal gaib yang ada korelasinya dengan kejadian-kejadian yang diceritakan pada Alqur'an Nur Kareem.
Beliau pernah mengatakan pada saya bahwa Allah SWT adalah Tuhan seluruh Alam Semesta dan Dia memiliki dimensi yang Amat Sangat Tidak Terbatas. Tidak dapat dibayangkan dan tidak dapat diukur oleh alat apapun. Cukup dengan perinta "kun fayakun" maka jadilah apa yang Dia kehendaki.
Dan menurut bapak itu, Malaikat adalah mahluk Allah yang memiliki 600 dimensi. Kalau dalam AlQur'an dijelaskan bahwa malaikat memiliki 600 sayap (maaf kalo keliru harap dibetulkan). Namun kata beliau, itu bukanlah sayap melainkan dimensi. Dimensi adalah kemampuan dalam menembus ruang dan waktu. 1 dimensi dapat diartikan dengan 1 kecepatan cahanya. Sedangkan cepat rambat cahanya dalam hukum fisika pasti selalu dikuadratkan(E=mc2). Jadi dimensi malaikat sama dengan 360000 kecepatan cahaya. Sedangkan cepat rambat cahaya sendiri tidak kurang dari 6x105 m/s. Sehingga bisa ditafsirkan kecepatan malaikat lebih dari 2160000x105 m/s atau (63x109 )m/s. Waaauu tak terbayangkan bagaimana kecepatan para malaikat dalam setiap kali geraknya. Sehingga tak heran jika mereka dapat melakukan perjalanan dari langit ke bumi atau sebaliknya dalam waktu tidak lebih dari 1 kedipan mata. FANTASTIS!!
Masih kata bapak itu, manusia merupakan mahluk Allah yang memiliki dimensi dengan nilai DEFAULT = 0. Makanya dalam setiap idul fitri kita diwajibkan zakat Fitrah. Fitrah sendiri artinya suci dan dapat diartikan dengan nilai NOL (0). Namun itu hanyalah nilai DEFAULT yang artinya nilai itu dapat berubah sesuai dengan perkembangan otak pemikiran, spiritual dan agama masing-masing manusia. Ingat!! Manusia adalah Hamba Allah yang punya kedudukan paling tinggi diantara mahluk-NYA. Sehingga manusia dijadikan sebagai khalifah di muka bumi. Dengan akan dan pikirannya ditambah lagi dengan pendalaman agama dan spiritual, dapat menjadikan manusia itu berdimensi ganda. Bisa menjadi 3 dimensi, 4,5, atau bahakan ribuan dan bahkan jutaan ribu dan bahkan melebihi dimensi Malaikat. Manusia-manusia yang dapat melebihi dimensi malaikat adalah para Nabi dan Rasul Allah SWT serta hamba-hamba Allah yang taat beribadah dan beramal shaleh. Telah disebutkan dalam Al Quran bahwa Manusia dapat lebih hina derajatnya dari seekor Binatang tetapi dapat pula lebih mulia daripada Malaikat. Mukjizat bagi para nabi dan Rasul serta Karomah bagi para hamba pilihan Allah merupakan bukti fakta kemuliaan dimensi mereka melebihi para Malaikat.
Kemudian Bapak yang berinisial S itu beralih pada pembahasan mahluk Allah yang lainnya yaitu Jin dan Syetan. Kata beliau, Jin dan Syetan itu merupakan mahluk yang sama hanya saja sifatnya yang berbeda. Syetan selalu mengganggu manusia sedangkan jin bisa saja baik tapi bisa pula jahat (kafir). Jin yang jahat dapat disebut sebagai syetan. Kedua mahluk itu memiliki dimensi berjumlah 3 dimensi. Sehingga tak heran jika mereka lihai dalam berganti rupa dan wujud untuk menakut-nakuti manusia.
2. Influence atau Pengaruh bagi kekuatan yang ada di Alam Jagad Raya
Sewaktu saya di Jakarta, saya sempat bertemu dengan seorang bapak. Usianya waktu itu 39 tahun. Penampilan bapak ini sangat sederhana dan ramah. Namun jangan salah, bapak ini sangat keras dalam menerapkan agama dan bertekad untuk menjadi muslim yang kaffah. Dengan jenggot lebatnya yang panjang sesekali dia mengelusnya. Sorot matanya tajam, badannya agak kurus tapi berotot maklum dia adalah salah seorah instruktur Meditasi yang telah mencapai tingkat selangka. Berikut penuturannya mengenai peristiwa Isra' Mi'raj.
Dia mengatakan bahwa:
Pada saat terjadi peristiwa Isra' Mi'raj, kekuatan iblis, syetan dan jin yang semula dapat mempengaruhi manusia secara langsung dengan begitu besarnya, maka saat kejadian itu hal-hal seperti itu lenyap seketika. Maksud dari kekuatan disini adalah kekuatan iblis, syetan dan jin yang dapat menggangu manusia secara langsung. Misalnya: Santet dan sihir yang amat dahsyat contohnya seperti di zaman nabi Sulaiman dan Musa.
Dengan adanya peristiwa agung itu, hilanglah semua pengaruh jahat yang tadinya dapat berimbas secara langsung dan nyata. Sebagai contoh, lihat saja apakah sekarang ada orang yang dapat mempertontonkan sihir seperti para penyihir di zaman Nabi Musa yaitu dengan mengubah tongkat menjadi ular yang begitu nyata terlihat. Ataukah anda pernah melihat ada orang yang mampu berkolaborasi dengan jin secara nyata seperti di zaman nabi Sulaiman? Tentu Tidak!! Berarti benar bahwa Isra' Mi'raj berimbas (influence) pada kekuatan jahat yang bersifat gaib. Yang ada sekarang hanyalah trik sulap atu sekedar ilmu sihir tapi hanya dalam pengaruh yang tidak begitu besar dibanding dengan zaman sebelum Isra' Mi'raj.
Kemudian saya bertanya, bukankan di zaman sekarang juga masih terdengar isu dukun santet ataupun korban santet. Bagaimana menurut pandangan bapak?
Beliau menjawab:
Santet sebenarnya sihir dan sihir pasti merupakan kolaborasi manusia dengan jin. Saya tegaskan lagi bahwa Santet sekarang ini tidak ada! Tidak akan ada orang yang mati karena santet dan belum ada kisahnya jin, syetan membunuh manusia. Yang ada hanyalah syetan menggoda manusia atau jin yang menakuti manusia. Jadi jelas, Santet Tidak ada. Kalaupun ada orang yang disinyalir sebagai korban santet, mestinya harus didiagnosa dokter dahulu. Dan biasanya ujung-unjungnya setelah diagnota ternyata itu adalah penyakit fisik. Adapun fenomena kerasukan itu masih jadi hal yang wajar, karena pada saat kita lemah bisa saja bangsa halus merasuki fisik dan mengambil alih jiwa kita. Namun itu tak berlangsung lama karena kalau sudah capek merekapun akan pergi dengan sendirinya.
...........Talking Off...............
Nah kawan itulah pembicaraan saya dengan dua narasumber yang mengapresiasikan pendapat mereka mengenai pengaruh dan kekuatan dibalik peristiwa Isra' Mi'raj. Mengenai pendapat dua orang itu Anda boleh percaya, ragu atau tidak percaya. Yang jelas peristiwa Isra' Mi'raj itu memang benar-benar terjadi dan peristiwa itu merupakan hadiah dari Allah SWT bukan hanya untuk Rasul SAW namun juga untuk alam semesta.
Kritik, saran, pujian, Caci maki, hinaan dan cercaan dapat anda tulis di bagian menu komentar.
Wassalamu'alaikum
Terimakasih.
RitZ







March 02 2010 13:39:51 ·
519 Hits
· 


Tamu Online: 3
Member Online: 0
Member Terbaru: